Cara pemakaian gastrul
Untuk pemakaian gastrul harus di cermati baik baik
dan di baca berlahan supaya tidak terjadi ke salah pahaman
pastikan kondisi sehat dan tidak sakit
untuk tata cara pemakaian gastrul bisa di download DI SINI
Menggugurkan Kandungan dengan Obat
Cara paling aman dan baik bagi wanita untuk melakukan pengguguran kandungan (aborsi) sendiri sampai dengan usia kehamilan minggu ke-12 adalah dengan meminum 2 obat : Mifepristone (juga dikenal dengan nama pil abortus, RU 486, Mifegyn, Mifeprex), dan Misoprostol (juga dikenal dengan nama Cytotec, Arthrotec, Oxaprost, Cyprostol, Mibetec, Prostokos or Misotrol). Cara aborsi medis ini telah memberi tingkat keberhasilan lebih dari 97%. Bila Anda tinggal di negara yang tidak menyediakan akses pelayanan aborsi yang aman dan Anda ingin menggugurkan kandungan dengan obat-obat Mifepristone dan Misoprostol, silahkan kunjungi http://jasaaborsi.blogspot.com. Ini adalah pelayanan aborsi medis lewat internet dengan seorang dokter yang bisa membantu Anda dalam hal aborsi secara medis. Seorang wanita juga bisa melakukan pengguguran kandungan sendiri sampai kehamilan minggu ke-12 hanya dengan meminum obat Misoprostol (juga dikenal dengan nama Gastrul Cytotec, Arthrotec, Oxaprost , Cyprostol, Mibetec, Prostokos or Misotrol).
Kami memberi informasi tentang Misoprostol: tindakan-tindakan pencegahan, bagaimana cara obat ini bekerja, cara pakai paling efektif, apa yang Anda bisa harapkan dan kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi. Kami juga menyediakan latar belakang ilmiah. Dengan menggunakan hanya pil Misoprostol (atau Cytotec) 80% dari tindakan-tindakan aborsi telah berhasil. Informasi ini didasarkan pada hasil penelitian dari World Health Organisation.
Kami memberi informasi tentang Misoprostol: tindakan-tindakan pencegahan, bagaimana cara obat ini bekerja, cara pakai paling efektif, apa yang Anda bisa harapkan dan kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi. Kami juga menyediakan latar belakang ilmiah. Dengan menggunakan hanya pil Misoprostol (atau Cytotec) 80% dari tindakan-tindakan aborsi telah berhasil. Informasi ini didasarkan pada hasil penelitian dari World Health Organisation.
Prinsip Landasan Aborsi
Di Indonesia, aborsi adalah perbuatan kriminal dan perempuan-perempuan yang ketahuan telah melakukannya diganjar hukuman yang keras. Orang-orang yang anti-aborsi biasanya berpegang pada prinsip pro-kehidupan (pro-life), sebab aborsi masih dianggap sebagai pembunuhan, perbuatan yang keji dan pantas dihukum. Sebaliknya, para pendukung aborsi dinamakan pro-pilihan (pro-choice), dengan alasan mereka tidak mengindahkan kehidupan embrio dalam kandungan sang ibu. Oleh karena kepercayaan ini telah ditanamkan pada masyarakat, banyak perempuan yang melakukan aborsi merasa bersalah seumur hidup karena cap “pembunuh” tertanam dalam diri mereka. Namun jika aborsi dianggap tindakan kriminal, bukankah dalang suatu perbuatan kriminal seharusnya mendapat ganjaran lebih berat daripada pelaku tindakan kriminal itu sendiri?
Seharusnya hukum dibuat untuk keadilan dan bukannya untuk memberi kesempatan kepada pihak tertentu leluasa berbuat semena-mena. Tetapi, hukum di Indonesia sering memberi angin kepada dalang: para lelaki yang menghamili perempuan dan kabur begitu saja. Lalu, pilihan apakah yang tersedia bagi kebanyakan perempuan yang kehamilannya tidak diinginkan?
Pilihan pertama adalah membesarkan si bayi dengan menanggung semua biaya dan nista bagi diri sendiri dan anaknya, dan bahkan bagi keluarga si perempuan. Pilihan kedua, melenyapkan diam-diam dan mencoba mengubur semua rahasianya. Kedua pilihan ini bak memakan buah simalakama. Di beberapa negara yang telah melegalkan aborsi, seperti di Belanda, Kanada, dan Selandia Baru, pilihan yang tersedia bagi perempuan jauh lebih layak. Selain tersedianya klinik aborsi di mana-mana, jika perempuan hamil diluar nikah dan ayah sang janin tidak menghendaki bayi tersebut, biasanya tersedia tiga alternative: menggugurkan kandungan, menjadi single mother (orang tua tunggal) atau pengaturan adopsi untuk si bayi tersebut.
Sebagai orang tua tunggal, dia beserta bayinya akan mendapatkan dukungan materiil, seperti tunjangan makanan, kesehatan, biaya hidup bahkan sekolah bagi anak dari pemerintah. Di Indonesia, jangankan mengharap tunjangan, perlakuan manusiawi pun terkadang sulit didapat bagi perempuan bernasib seperti ini.
Memang pelarangan aborsi dapat dilihat sebagai perlindungan kepada janin, kepada bayi yang belum dilahirkan. Namun, bila hukum itu untuk melindungi seluruh rakyat, bukankah hukum seputar aborsi di Indonesia sering tidak mengindahkan hak wanita, dan juga anak yang dilahirkan secara ilegal? Jangankan mengharap tunjangan, hidup yang normal pun akan sulit bagi sang ibu dan anak “haram”.
Dalam hal ini, bisakah penentang aborsi di Indonesia disebut pro-life bila beberapa penentang aborsi tidak memanusiakan si perempuan ataupun anak yang lahir dari aborsi?
Dengan kata lain, mereka menyatakan diri pro-life dengan melindungi hak hidup fetus yang belum berbentuk manusia, tetapi mereka tidak begitu mengindahkan hak hidup sang perempuan ataupun anak yang lahir, yang nyata-nyata telah menjadi manusia seutuhnya dalam lingkungan mereka.
* *
Bermacam pandangan dalam masyarakat dan agama di dunia juga dapat mempertanyakan pendapat bahwa aborsi selalu identik dengan pembunuhan. Gereja Katolik sendiri telah mengalami banyak perubahan dalam pandangan mereka tentang aborsi.
St Augustine (354-430 AD) yang terkenal dengan larangan-larangannya akan kenikmatan seks, menyatakan aborsi dini tidak merupakan pembunuhan. Menurut St Augustine, bila tubuh belum terbentuk, nyawa di dalamnya tidaklah lebih dari nyawa hewan. Konstitusi Apostolik mengamini pendapat St Augustine dengan menyetujui fetus yang berbentuk manusia saja yang mempunyai nyawa manusia.
Namun, dua buku karya John Riddle - Eve’s Herbs: A History of Contraception and Abortion in the West (Harvard University Press, 1997) dan Contraception and Abortion from the Ancient World to the Renaissance (Harvard University Press, 1992) - memaparkan bahwa dari abad kelima sampai abad ke-17 banyak sekali perempuan melakukan praktik aborsi dini dengan berbagai ramuan.
Pada abad itu juga, menurut Riddle, belum ada larangan yang jelas dan konsisten dari Gereja mengenai praktik-praktik seperti ini. Pada abad ke-17, praktik “pengembali menstruasi” semakin berkurang dan pada abad ke-19 Paus Pius IX memproklamirkan hal ini merupakan pembunuhan dan dosa besar, apa pun alasan pengembalian menstruasi tersebut. Bahkan, pemakaian kontrasepsi pun akhirnya dilarang dan dianggap sebagai pembunuhan janin yang akan terbentuk.
Senada dengan buku di atas adalah sekelumit artikel oleh Emily O’Reilly berjudul Early Church Permitted Abortion in Some Cases. Artikel pendek ini menceritakan banyaknya perubahan kebijaksanaan dalam Gereja Katolik mengenai aborsi. Memang, mayoritas Gereja Katolik masih menganggap aborsi sebagai dosa besar. Namun, beberapa Gereja Katolik telah menyetujui aborsi, baik secara diam-diam maupun terbuka. Gereja Katolik yang menyetujui aborsi dengan terbuka adalah FutureChurch di Cleveland Ohio, berdiri pada tahun 1990 (www.futurechurch.org).
Beberapa insan Katolik yang mencoba menghentikan penghujatan terhadap aborsi bergabung dalam Catholic for Free Choice (CFC). Salah satu pengurus CFC adalah Rosemary Ruether, profesor teologi di Garrett-Evangelical Theological Seminary di Illinois. Berbasis di Washington DC, CFC turut menandatangani pernyataan yang dipublikasikan di New York Times pada 7 Oktober 1984. Dalam pernyataan ini disebutkan, tradisi Gereja Katolik mempunyai lebih dari satu pandangan mengenai aborsi sehingga pelaku aborsi tidak seharusnya dijuluki sebagai orang berdosa. Informasi lebih lanjut mengenai CFC dapat dilihat di website mereka: http://www.cath4choice.org/lowbandwidth/indexyouth.htm.
Gereja Katolik lain yang tidak melontarkan hujatan akan aborsi adalah Gereja Katolik Bebas. Kebetulan sekali, saya kenal baik dengan salah satu pastor Gereja ini yang namanya tidak asing lagi sebagai ahli penerjemah buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris, Harry Aveling. Dalam korespondensi kami, Harry Aveling menyatakan bahwa Gereja Katolik bebas tidak memberi pandangan tertentu mengenai aborsi karena bagi mereka aborsi adalah masalah pribadi.
Di dalam Islam, terdapat pula beragam pandangan. Pandangan pertama dan yang paling populer di Indonesia adalah pelarangan pengguguran kandungan dalam umur berapa pun. Beberapa aliran di Indonesia bahkan mengharamkan pemakaian alat kontrasepsi. Namun, Avicenna atau Ibn Sina yang hidup pada zaman keemasan Islam (980-1037 M), memperkenalkan kontrasepsi pada dunia Barat yang saat itu masih dalam Abad Kegelapan. Dengan keahliannya pada dunia sains, Ibn Sina mampu menemukan sekitar 20 cara untuk mengontrol kelahiran.
Sebuah aliran Islam menyetujui aborsi sebelum umur 40 hari. Muhammad Ibn Abi Said, misalnya, memperbolehkan pengguguran kandungan sebelum umur 80 hari. Bahkan sebuah aliran lainnya menyatakan pengguguran kandungan sebelum 120 hari tidak merupakan pembunuhan.
Sains dan praktik kedokteran pun mempunyai pandangan berbeda-beda. Walaupun beberapa dokter dengan tegas menyatakan peniadaan janin adalah pembunuhan, beberapa dokter lain berpendapat embrio yang berumur kurang dari tiga bulan tidak lebih keprimitifannya dari seekor katak ataupun ikan.
Oleh karena itulah, hak hidup si janin masih tergantung pada badan yang mengandungnya, yaitu sang ibu. Dalam pandangan ini, para pembela aborsi pun dapat disebut pro-life karena hak untuk aborsi adalah hak yang membela kehidupan perempuan.
Lalu, manakah pendapat di atas yang salah atau yang benar? Mungkin, semua pendapat di atas tidak ada yang salah atau tidak ada yang benar. Bukankah kita adalah masyarakat pluralis yang terdiri dari bermacam kepercayaan dan agama?
Mungkin kita seharusnya lebih terbuka terhadap berbagai macam pandangan. Bila kita menghargai bermacam pandangan, bukankah perempuan juga seharusnya diberi hak untuk memilih? Hak untuk melaksanakan atau tidak pengguguran kandungannya? Dan hak untuk mendapat hidup layak, apa pun pilihan sang perempuan?
Memang, ada kekhawatiran bahwa pelegalan aborsi akan menyulut “pembunuhan” lainnya (bila aborsi masih bisa disebut “pembunuhan”). Akan tetapi, di beberapa negara yang melegalkan aborsi, tidak ada bukti bahwa aborsi dapat menyulut naluri pelaku aborsi menjadi “pembunuh”. Sungguh, kita harus jujur mengakui saat ini di Indonesia terdapat lebih banyak kasus pembunuhan massal daripada di beberapa negara lain yang melegalkan aborsi.
Saya terlambat haid
Jika anda terlambat haid, segera lakukan tes kehamilan untuk meyakinkan apakah anda hamil atau tidak, sehingga anda dapat memutuskan apa yang akan anda lakukan selanjutnya. Semakin cepat anda melakukan tes kehamilan, semakin cepat pula anda mengetahui hasilnya sehingga anda tidak perlu merasa khawatir.
Kapan melakukan tes kehamilan ?
Dokter merekomendasikan untuk melakukan tes kehamilan satu hari setelah periode haid terlambat. Jika anda tidak ingat kapan periode haid anda, anda perlu menunggu 3 minggu setelah berhubungan seks ( tanpa kontrasepsi/kondom ) untuk melakukan tes kehamilan.
Jika anda memutuskan untuk melakukan tes kehamilan, pastikan bahwa anda siap menerima hasilnya. Lebih baik lagi bila ada seseorang di samping anda yang dapat memberikan dukungan emosional pada saat anda melakukan tes kehamilan.
READ MORE
Kapan melakukan tes kehamilan ?
Dokter merekomendasikan untuk melakukan tes kehamilan satu hari setelah periode haid terlambat. Jika anda tidak ingat kapan periode haid anda, anda perlu menunggu 3 minggu setelah berhubungan seks ( tanpa kontrasepsi/kondom ) untuk melakukan tes kehamilan.
Jika anda memutuskan untuk melakukan tes kehamilan, pastikan bahwa anda siap menerima hasilnya. Lebih baik lagi bila ada seseorang di samping anda yang dapat memberikan dukungan emosional pada saat anda melakukan tes kehamilan.
Efek samping obat aborsi
Akibat efek samping yang paling umum adalah
rasa mual, muntah-muntah dan diare.
Anda mungkin juga demam. Akibat samping biasanya lebih ringan bila obat Misoprostol gastrul cytotec digunakan lewat vagina.
Jika Anda demam
Rasa panas-dingin merupakan efek samping yang normal dari obat Misoprostol. Tetapi jika Anda demam (> 38 derajat Celsius) selama lebih dari 24 jam atau Anda mengalami demam lebih dari 39 derajat, segera beritahukan dokter karena mungkin aborsi tidak tuntas dan Anda perlu merawatkan infeksi dengan antibiotik atau aspirasi vakum.
Aborsi di Klinik
- Lakukan konseling sebelum anda melakukan tindakan aborsi. Melalui konseling anda akan mendapatkan informasi mmengenai berbagai pilihan, resiko dan kemungkinan komplikasi. Konseling dapat membantu anda mengambil keputusan yang bijak. Perlu diingat bahwa keputusan melakukan aborsi bukan keputusan yang mudah, dibutuhkan kesiapan mental, fisik dan finansial.
- Jika aborsi dilakukan di klinik, dokter akan melakukan tes USG untuk mengetahui usia pasti kehamilan. Mengetahui usia pasti kehamilan penting untuk menentukan metode aborsi yang akan dilakukan. Dokter juga akan memeriksa kondisi kesehatan anda untuk memastikan tidak ada resiko besar selama dan setelah tindakan aborsi.
- Secara umum perhatikan klinik yang anda pilih. Anda harus dengan jeli bisa mengidentifkasi proses yang terjadi di klinik, apakah menurut identifikasi anda klinik tersebut memenuhi standar kelayakan untuk sterilisasi alat atau tidak.
- Gunakan hak anda sebagai klien untuk bertanya. Klinik yang baik dan pro hak perempuan akan memberikan penjelasan mengenai prosedur aborsi maupun kondisi kesehatan anda.
- Jika dokter tidak menawarkan check up pasca aborsi, anda berhak untuk memintanya. Atur jadwal untuk melakukan check up dua minggu atau satu bulan setelah tindakan.
- Minta kontak yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu anda mengalami gejala yang berhubungan dengan tindakan aborsi dan membutuhkan konsultasi atau tindakan lebih lanjut. Jika dokter atau klinik tidak dapat memberikan kontak yang bisa dihubungi, bisa dipastikan klinik tersebut tidak peduli dengan anda dan hanya ingin mengambil keuntungan dari situasi anda.
- Hal paling penting sebelum menentukan klinik aborsi. Lakukan tes USG satu hari sebelumnya di klinik atau rumah sakit yang berbeda. Seringkali klien ditipu dengan menyebutkan bahwa usia kehamilan lebih dari 10 minggu atau leih dari usia kehamilan yang sebenarnya sehingga klien harus membayar lebih mahal. Harap di ingat bahwa biaya aborsi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Jangan mau di tipu.
Aborsi dan Perempuan
Perempuan selalu menjadi korban, tersubordinasi dalam hukum, budaya bahkan dalam hak-hak reproduksinya sendiri. Rahim, dimana janin tumbuh berada di bawah kendali perempuan sebagai pemilik alat reproduksi. Itu sebabnya aborsi selalu dikaitkan sebagai masalah perempuan, kesalahan perempuan. Lelaki seakan menjadi bagian yang terpisahkan dalam permasalahan ini. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) terjadi karena adanya hubungan seksual antara lelaki dan perempuan. Dalam hal ini lelaki turut berperan serta mengakibatkan terjadinya KTD yang berbuntut pada aborsi. Lelaki dan perempuan memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam hal aborsi.
Perempuan muda, tidak menikah, berpenghasilan rendah, berpendidikan rendah dan berada di daerah pedesaan adalah mereka yang paling terkena dampak paling parah ketika menghadapi pilihan aborsi. Pada kelompok ini, aborsi tidak aman adalah pilihan yang tersedia dengan mudah dan murah.
Selain itu, layanan aborsi ilegal dan tidak aman menjadi lahan yang sangat subur bagi para penyedia layanan aborsi yang tidak bertanggung jawab dan hanya mencari untung dari kesulitan bertumpuk yang dialami perempuan. Penjualan obat aborsi yang meminta transfer uang banyak berakhir dengan penipuan. Dalam posisi ini, perempuan tidak memiliki perlindungan hukum untuk menuntut hak mereka.
Pengakuan hak perempuan untuk membuat keputusan tentang tubuh mereka sendiri - termasuk hak atas integritas fisik, hak untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah dan jarak antar kehamilan - ditemukan dalam dokumen internasional. Maka menjadi kewajiban pemerintah untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak tersebut. Sebagai upaya memenuhi hak tersebut, sudah seharusnya pemerintah memberikan akses yang terbuka dalam pendidikan, informasi dan layanan konseling yang berhubungan dengan seksualitas dan kesehatan reproduksi. Ketika layanan kontrasepsi dan pendidikan tersebut terpenuhi, maka angka Kehamilan Tidak Dinginkan yang memicu terjadinya aborsi bisa ditekan. Layanan aborsi aman hanya menjadi pilihan terakhir.
Hak perempuan untuk mengakhiri kehamilan diimplikasikan dan didukung dalam berbagai perjanjian dan instrumen internasional. Akses terhadap layanan aborsi yang aman adalah bagian penting untuk melindungi hak perempuan terhadap kesehatan dan hak mereka untuk hidup. Termasuk di dalamnya adalah hak perempuan untuk menikmati hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan aplikasinya yang tercantum dalam Kovenan ekonomi, sosial dan budaya dimana perempuan tidak hanya mendapat akses terhadap aborsi yang aman, namun juga terhadap metode-metode aborsi terbaru yang dianggap aman dan efektif . Oleh karena itu, pembatasan atau pelarangan terhadap layanan aborsi yang aman merupakan diskriminasi terhadap perempuan .
Aborsi Medis
Aborsi medis menggunakan obat atau kombinasi tablet untuk menyebabkan kehamilan berhenti tanpa operasi hingga usia kehamilan 9 minggu.
Aborsi medis yang paling aman dan efektif menggunakan dua jenis pil yang berbeda, bernama Mifepristone dan Misoprostol. Gastrul Pil-pil ini akan memicu kehamilan keluar secara spontan dari rahim.
Aborsi medis yang paling aman dan efektif menggunakan dua jenis pil yang berbeda, bernama Mifepristone dan Misoprostol. Gastrul Pil-pil ini akan memicu kehamilan keluar secara spontan dari rahim.
Mifepristone dan Misoprostol merupakan obat-obatan penting yang didaftar oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Mifepristone menghambat hormon progesterone yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Tanpa hormon ini pelekatan telur yang dibuahi ke dinding rahim akan terganggu, dan rahim akan berkontraksi. Misoprostol meningkatkan kontraksi dan membantu mengeluarkan produk-produk kehamilan dari rahim.
Mifepristone dikombinasi dengan Misoprostol terbukti sangat efektif dan aman, serta dapat dilakukan untuk aborsi trimester pertama. Efek samping dari metode aborsi ini termasuk kram dan perdarahan seperti menstruasi yang lebih lama. Efek samping umum lainnya adalah mual, muntah, dan diare. Resiko komplikasi serius terhitung rendah. Penelitian menunjukkan bahwa aborsi medis aman dilakukan di rumah selama perempuan tinggal dekat layanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik
Pemulihan dengan Metode The Secret
Hari ini saya belajar sesuatu yang menakjubkan. Untuk pertama kalinya saya mulai mengenal dan belajar memahami “ The secret”. Sebuah rahasia yang telah dikenal sejak awal muasal manusia lahir di muka bumi dan terus di turunkan hingga generasi kini, namun sayangnya masih banyak orang yang belum mengenalnya karena keterbatasan informasi.
Inti dari The secret sendiri adalah Law Attraction atau hukum ketertarikan. Alam semesta dan seisinya adalah sebuah medan energi yang terus bereaksi dalam sebuah daya tarik menarik yang luar biasa besarnya. Energi adalah inti yang menghasilkan sebuah kehidupan. Dalam the secret di sebutkan bahwa fikiran manusia adalah sebuah medan magnet yang dapat memancarkan energy ke alam semesta.
Fikiran manusia dapat memancarkan energy yang akan menarik energy lainnya untuk masuk ke dalam alam pikiran hingga benar-benar menjadi kenyataan. Energi seperti apa yang akan di hasilkan tergantung pada energy apa yang di pancarkan oleh manusia. Jika kita melatih alam fikiran kita untuk memancarkan energy positif maka alam semesta akan mengirimkan sinyal balik berupa energy positif pula.
Seseorang yang cenderung memberi perhatian besar pada hal-hal yang tidak di inginkannya dalam hidup justru cenderung banyak mengalami hal-hal yang ingin di hindarinya, sebaliknya mereka justru makin jauh dari harapan yang di inginkannya. Hal ini terjadi karena fikiran manusia yang terus menerus memperhatikan hal-hal yang tidak dinginkannya pada saat bersamaan justru tengah mengirimkan sinyal berupa energy buruk ke alam semesta dan sebagai hasilnya alam semesta memberi sinyal balik berupa energy yang negatif pula. Itu sebabnya banyak manusia merasa sering terjebak pada situasi yang justru di hindarinya secara berulang-ulang.
Namun sebaliknya ketika kita mengurangi fokus pada hal-hal yang tidak kita inginkan dan mulai memberi focus yang besar pada hal-hal yang kita inginkan atau kita tuju maka secara alamiah fikiran akan memancarkan energy positif yang tentunya akan mendapat sinyal balik yang po sitif pula.
Dalam keadaan seperti ini seseorang cenderung merasakan keselarasan dalam kehidupannya karena secara tidak di sadari hal-hal yang tidak diinginkannya turut berubah dan mulai berbalik arah kepada visi kehidupannya. Seseorang yang secara terus menerus melatih alam fikirannya untuk memancarkan energy positif dan secara berulang-ulang berusaha memikirkan dan memvisualisasikan apa yang di inginkannya akan mulai melihat berbagai hal yang tadinya tersembunyi dalam pandangannya tentang kehidupan, pada moment inilah seseorang dapat melihat jalan yang terbentang untuk kemudian dapat mewujudkan apa yang di inginkannya.
Lalu apa hubungannya dengan stress pasca aborsi ?
Seseorang yang pernah mengalami trauma di masa lalu cenderung akan memberikan fokus besar pada hal-hal yang mungkin akan mengakibatkan trauma yang sama atau pada rasa bersalah yang mendalam. Orang-Orang yang hidup dengan trauma cenderung selalu melihat ke masa lalu dan terpuruk dengan permasalahan yang membelunggunya. Sebagai hasilnya anda dapat mengalami depresi dan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Secara pasti orang-orang dengan cirri-ciri tersebut cenderung akan banyak member focus pada hal-hal negative yang telah terjadi dan kurang bisa optimis dalam hidup. Begitu pula yang terjadi dengan seseorang yang mengalami stress pasca aborsi .
Setelah Anda belajar memahami proses pemulihan berdasarkan Recovery Program dan mulai siap memulai kehidupan baru anda, maka anda dapat mencoba metode The Secret untuk memulihkan kehidupan anda seperti sebelumnya atau bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Berikut tahapan yang bisa anda coba terapikan pada diri anda sendiri :
- Buatlah rincian keinginan anda untuk sembuh dari trauma stress pasca aborsi . Apakah anda ingin melupakan rasa sakitnya? Memaafkan diri sendiri? Mulai bergembira dan menikmati hidup? Atau bahkan sembuh total dari masalah fisik yang masih mengganggu anda akibat stress pasca aborsi ? Tulislah dengan jelas dalam selembar kertas, jika perlu tempel di dinding kamar anda dan baca setiap pagi hari setiap kali anda bangun pagi. Bacalah dengan niat dan keinginan yang kuat.
- Tetapkan apa tujuan anda untuk sembuh dari stress pasca aborsi . Apakah untuk kehidupan yang lebih baik? Untuk orang-orang yang anda sayangi? Tulis dengan detil dan tanamkan kuat dalam fikiran anda.
- Berhenti mengingat trauma stress pasca aborsi . Setiap kali anda bertemu dengan sesuatu yang dapat mengingatkan anda pada trauma stress pasca aborsi , misalnya anda lewat di depan klinik di mana anda pernah melakukan prosedur aborsi, segera alihkan fikiran anda pada sesuatu yang menyenangkan dan positif. Bayangkan saja bahwa anda tengah berlibur di pulau impian anda atau putar saja music ceria yang dapat mengembalikan mood bagus anda.
- Alihkan fikiran anda akan hal-hal yang ingin anda hindari agar trauma stress pasca aborsi tidak terulang, sebainya tanamkan keyakinan dalam diri anda bahwa kehidupan anda akan lebih baik.
- Ingatlah bahwa kejadian di masa lalu anda tidak menentukan masa depan anda. Alihkan fikiran anda dari hal-hal yang ingin anda hindari, namun sebaliknya fokuskan fikiran anda pada hal-hal yang ingin anda capai. Anda adalah pemegang kendali dalam kehidupan anda, keputusan yang anda ambil adalah penentu masa depan anda.
- Berhenti menceritakan pengalaman stress pasca aborsi anda dengan nada yang mengeluh. Setiap kali anda berbicara mengenai stress pasca aborsi mulai lah belajar dengan mengawali cerita mengenai hikmah yang telah anda petik dari kejadian tersebut. Hindari bercerita dengan rasa bersalah yang dalam atau mata yang nanar. Ceritakanlah kejadian anda dari sudut pandang yang positif.pancarkan energy positif dalam setiap cerita anda.
- Visualisasikan dalam fikiran anda situasi seperti apa yang anda inginkan untuk keluar dari trauma anda. Visualisasikan secara detil apa yang anda inginkan dalam hidup anda setelah pulih dari stress pasca aborsi .
Nah, selamat mencoba dan semoga berhasil, yakinlah bahwa Tuhan bersama anda !